Semoga
pengalaman ini bermanfaat untuk orang lain yang merupakan pengalaman
saya pribadi.
Saya
datang ke retreat penyembuhan luka batin pada tanggal 26-29 september
2013 yang lalu. Jika dipikir saya sebenarnya sudah sejak lama ingin
mengikuti retreat atau semacam rekoleksi yaitu tepatnya sekitar tahun
2010. Ada suatu kerinduan untuk ikut acara-acara kerohanian. Merasa
sudah terlalu lelah mengarungi hidup, jadi dalam lubuk hati ,ingin
disegarkan kembali jasmani dan terutama rohani saya. Saya terakhir
mengikuti retreat waktu SMP kelas tiga atau kalau saya tidak salah
mungkin SMA awal kelas sekitar tahun 1998, sudah lama sekali. Saya
sebenarnya dulu anak yang suka retreat karena dulu rajin mengikuti
retreat yang diadakan oleh sekolah, terlebih sekolah saya dulu
sekolah Katolik di SDK Sang Timur Malang. Saya merasa senang dan
damai sekali mengikuti retreat.
Yang
membuat saya benar-benar berniat untuk ikut retreat ini adalah karena
saya telah mengalami kejadian yang sangat memukul benak hati saya.
Pengalaman yang sangat tidak mengenakkan. Mungkin ini adalah sebagai
tamparan dari Tuhan bahwa persepsi saya terhadap sesuatu hal itu
salah, dan merupakan dosa besar, dan saya baru menyadari setelah
kejadian itu bahwa apa yang telah saya lakukan salah. Saya adalah
seorang pendosa. Selama kuliah jauh dari orang tua, hati saya mudah
bimbang, saya pernah juga, tapi ini mungkin cobaan, saya berkeinginan
pindah keyakinan berpaling dari Yesus hanya karena mengejar
kebahagiaan dengan orang yang saya waktu itu pernah saya sayangi.
Saya pernah merasa putus asa mencari pasangan yang seiman, karena
sering kali merasa tidak cocok dan tidak berjodoh, sehingga hal ini
membuat saya sakit hati parah, marah atau kecewa kepada Tuhan Yesus,
karena saya merasa sudah berniat baik, ingin setia kepada Yesus
dengan mencari pasangan hidup yang seiman, kok malah belum ditemukan
jalan, hal ini membuat saya mudah terombang ambing, ingin pindah
agama saja untuk bisa menikah dg orang yang saya sayangi. Saya juga
karena hal tersebut jarang ke gereja, jarang menerima komuni ,
walaupun ke gereja tapi pikiran saya tidak fokus ke Tuhan Yesus. Dan
yang paling parah saya pernah membaca novel The Da Vinci Code yang
pada saat saya kuliah itu sedang terkenal. Saya ditawari membaca buku
itu oleh teman saya di kampus yang banyak yang beragama lain. Dan
saya terus terang mulai goyah keimannya tentang Tuhan Yesus. Adalah
kesalahan saya pada saat iman saya rentan saya justru membaca bacaan
yang sangat tidak mendukung keimanan akan Yesus. Saya mulai tidak
percaya dengan Yesus. Sungguh suatu dosa besar. Saya baru menyadari
bahwa buku tersebut adalah usaha iblis untuk membuat umat Allah
menjauh dari keselamatan sejati. Buku itu adalah AntiKristus. Karena
hal ini pertahanan iman saya lemah, saya mudah tergoda oleh hal-hal
keduniawian. Intinya saya jatuh dalam lumpur dosa. Saya baru
menyadari bahwa saya sudah melenceng dari jalan Tuhan ketika ada
suatu peristiwa buruk terjadi pada saya. Dan saya baru sangat
menyesal sungguh-sungguh bahwa saya keliru selama ini. Saya keliru
hanya untuk mendapatkan cinta saya rela melakukan apa saja. Ketika
hendak mengikuti retreat sebenarnya hati saya sudah hampir terobati
dengan banyak berdoa dan sudah mengaku dosa. Tetapi ada suatu
dorongan besar bahwa saya harus ikut retreat ini. Selalu ada
suara-suara yang mengatakan buat apa ikut acara seperti itu, mungkin
tidak banyak manfaatnya. Dan ada suara ah ini masalah sepele, jadi
buat apa ikut retreat. Tapi bersyukur suara dari Roh Kudus tetap
menang terhadap diri saya. Saya akhirnya tetap berangkat walaupun
juga ada kejadian 2 hari sebelumnya hari H tensi saya mendadak rendah
sekali, badan saya lemas, kepala perputar-putar, setiap bangkit
seperti mau jatuh. Sempat juga berpikir kalo gini caranya saya
kemungkinan tidak jadi ikut retreat.
Ketika
sampai di tempat pertapaan Ngadireso Susteran Karmel Tumpang Malang,
saya masih bingung dengan keadaan, sibuk mencari kamar. Untungnya
saya segera menemukan teman satu kamar saya, dan dengan dialah saya
hampir mengikuti semua acara bersama-sama. Ketika sesi pengarahan,
saya sangat tersentuh sekali melihat slide yang diputarkan
suster-suster, bahwa sebenarnya Allah Bapa sangat mencintai kita.
Bahkan dari sebelum kita ada sampai berupa benih dalam kandungan kita
sangat diperhatikan Tuhan, bahkan berapa helai rambut kita Tuhan
tahu. Betapa sangat berharganya kita di hadapan Allah Bapa. Allah
Bapa sangat sayang sama kita. Juga ada slide yang menggambarkan bahwa
ada seseorang yang terlalu sibuk bagaimana mendapatkan hati perempuan
yang dicintainya, merengek-rengek kepada Tuhan Yesus agar menolongnya
supaya bisa mendapatkan hati perempuan yang diinginkannya. Sementara
itu Tuhan Yesus sendiri sudah menyiapkan banyak sekali hadiah untuk
orang tersebut manakala orang tersebut berbalik hati kepada-Nya.
Lebih mudahnya Tuhan Yesus yang sudah menyediakan berkat berlimpah
begitu dilupakan. Kita lebih senang bergaul dengan kesukaan kita
daripada harus dekat dengan Yesus. Padahal di dalam Yesus kita tidak
akan pernah kekurangan. Setelah pengarahan selesai, maka acara
dilanjutkan dengan Adorasi Taize. Saya belum pernah mengikuti adorasi
sebelumnya, walaupun saya pernah masuk ruang adorasi tetapi saya
belum pernah mengikuti adorasinya sendiri. Yang saya tau dan rasakan
pada saat berada di ruang adorasi adalah perasaan damai, seperti lupa
dengan permasalah yang sedang melanda, yang dirasakan saat itu adalah
hening dan damai itu saja. Akhirnya ketika adorasi dimulai
suster-suster mulai memimpin adorasi dengan lagu puji-pujian. Adorasi
sendiri suatu penghormatan kepada Yesus yang berwujud Hosti yang
ditaruh di dalam Monstran. Monstran itu oleh para suster diletakkan
di tengah meja altar supaya kami bisa melihat semuanya. Saya pun
akirnya memilih duduk di sayap altar sebelah kanan dan agak belakang
tapi masih bisa melihat wujud Monstran itu sendiri. Dalam hati saya
ingin melihat perwujudan Yesus dalam bentuk Monstran karena saya
ingin memfokuskan adorasi dengan melihat Monstran dan dalam hati
berkata itu Yesus ada di Monstran. Suster sebelum melagukan
puji-pujian berkata “Jika ada yang merasa bergetar jangan takut itu
tandanya kita sedang fokus” itu saja, saya hanya mendengar saja
karena tidak sampai kepikiran bahwa saya sampai sejauh itu. Lagu-lagu
pujian pun dinyanyikan. Lagu itu sangat mendayu-dayu dan sangat
menyentuh kalbu. Saya berusaha memasrahkan diri dan berusaha fokus ke
pujian sambil mengikuti suster bernyanyi. Saya pejamkan mata beberapa
saat , dan beberapa detik kemudian pada saat mata saya terpejam
tampak banyak berkas sinar cahaya atau serabut-serabut cahaya
warnanya biru kehijau-hijauan yang membentuk lingkaran di pelupuk
mata saya yang terpejam,,dan seketika itu juga saya menangis
sejadi-jadinya tanpa ada sebab, dan tiba-tiba saja badan saya dingin
dan bergetar hebat. Saya masih menangis terus,entah kenapa tiba-tiba
saya bisa merasakan kehadiran Yesus sendiri, karena ketika saya
menangis saya hanya bisa berkata-kata “ampuni saya Yesus, ampuni
saya Yesus,,begitu terus sambil terus menangis. Seketika itu juga
saya sadar bahwa saya telah disapa oleh Yesus yang hadir pada saat
itu. Badan saya masih gemetar hebat, jantung saya berdebar kencang
sekali. Dan saat itu juga saya merasa menyesal terhadap dosa-dosa
saya. Dalam hati saya juga takut kenapa hal ini terjadi, karena badan
saya gemetar dan kaku dan dingin luar biasa. Saya belum pernah
mengalami kejadian yang seperti itu sepanjang hidup saya. Saya takut
luar biasa karena selama lagu puji-pujian itu dinyanyikan, badan saya
terus gemetar, dan ketika saya sudah merasa tidak kuat lagi menahan
sakit karena badan saya terus gemetar, lagu-lagu pujian itupun
berangsur selesai. Badan saya pun gemetarnya sudah mulai hilang, akan
tetapi yang tersisa adalah rasa dingin, berkeringat dan lemas pada
sekujur tubuh saya. Setelah itu suster berkata “Bersyukurlah kepada
Yesus, hari ini banyak orang yang telah disapa oleh Roh Kudus,,tidak
semua orang bisa menerima karunia itu, hanya dengan kerendahan hati”
kemudian barulah suster-suster mempersilahkan siapa saja untuk
mengucapkan sesuatu kepada Yesus,,saya segera sadar bahwa saya harus
berterima kasih kepada Yesus,,akirnya saya pun mengucapkan “ terima
kasih Yesus Engkau mengasihi aku”. Kami semua pun mencium lantai
untuk menyembah Yesus.
Setelah
malam itu saya tidak bisa tidur sama sekali, karena masih kaget
sekali sekaligus merasa senang dengan peristiwa yang saya alami.
Terus terang secara spiritual, baru kali inilah saya mengalami
peristiwa rohani yang bisa saya rasakan secara fisik. Saat itu saya
benar-benar tidak berdaya oleh kekuatan Roh Kudus yang dahsyat, Maha
Agung, sampai saya merasa mau mati, sehingga keesokan paginya waktu
doa Yesus, saya merasa mengantuk sekali.
" Saya masih ingat sekalii,,saya tidak tahu persis apaa yang saya rasakan,,dan tidak mungkin saya gambarkan dengan pikiran dan kata-kata saya yang terbatas tapi beberapa hal kesimpulan yang saya dapatkan waktu itu adalah bahwa Yesus sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaat Lemaaaah Lembuuutt,,,Yesuss Sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat mengasihiii sayaaa,,dann Yesuss jugaa sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat terlukaaaa hatiNyaa karena dosa-dosa atau pelanggaran-pelanggaran yang saya buat,,"
Sungguh tidak bisaa sayaa mengertiii,duluuu waktu sayaa banyak berdosaa bahkan saya tidak menyadari sama sekalii kalau itu sangat menyakiti Yesuss,,,,tetapi setelah peristiwa itu,,saya atau roh saya dapat merasakan sendirii betapa sangat terlukanya Yesus akan dosa-dosa saya.
Pengalaman lain yang mengherankan adalah ketika pagi berdoa Yesus, setelah malamnya itu, ternyata efek semalem masih terasa keesokan harinya. Waktu saya menginjakkan kapel di tempat adorasi semalam, saya merasa bahwa ada suatu kekuatan entah itu dari depan altar atau dari tempat lain di dalam kapel bahwa ada suatu kekuatan di mana kaki saya merasa tidak kuat untuk berdiri, ingin rasanya tersungkur. Seakan- akan ada yang memberi tahu bahwa saya tidak pantas dan terlalu kecil untuk berada di kapel tersebut. Sampai saya berpikir dari dalam hati “ Ya Tuhan jika memang saya tidak pantas untuk berada di kapel ini saya mau pergi ke luar kapel”. Saya masih merasa takut, gemetar dan gentar juga sewaktu ada ibadah Tujuh Sabda Yesus, saya duduk menemani teman saya duduk di barisan ke-dua dari depan dekat sekali dengan altar. Sewaktu beberapa saat duduk bersila, saya merasa bahwa kepala saya berat sekali, leher saya kaku, menunduk terus ke bawah, tidak berani memandang altar, dan rasa gentar yang tidak biasanya. Entah itu apa saya merasa mungkin ada sosok atau malaikat di sekitar altar. Saya hanya bisa menduga-duga dalam hati. Ternyata itu adalah sosok Yesus sendiri yang hadir di dalam altar. Saya memang tidak bisa melihatnya, tapi ternyata saya bisa merasakannya. Dan itu baru saya yakini ketika beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja saya mendengar kesaksian tentang hal yang sama, ada seorang ibu-ibu yang datang ke gereja Ijen di Malang dengan temannya pada suatu kesempatan. Dan ibu itu merasa lehernya kaku dan kepalanya beraat sekali, sama seperti yang saya rasakan, dan temannya itu bisa melihat bahwa Yesus ada di dekat mereka, kata teman ibu itu, ibu itu harus bilang bahwa dia sangat berdosa dan harus menyadari segala dosanya.
" Saya masih ingat sekalii,,saya tidak tahu persis apaa yang saya rasakan,,dan tidak mungkin saya gambarkan dengan pikiran dan kata-kata saya yang terbatas tapi beberapa hal kesimpulan yang saya dapatkan waktu itu adalah bahwa Yesus sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaat Lemaaaah Lembuuutt,,,Yesuss Sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat mengasihiii sayaaa,,dann Yesuss jugaa sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat terlukaaaa hatiNyaa karena dosa-dosa atau pelanggaran-pelanggaran yang saya buat,,"
Sungguh tidak bisaa sayaa mengertiii,duluuu waktu sayaa banyak berdosaa bahkan saya tidak menyadari sama sekalii kalau itu sangat menyakiti Yesuss,,,,tetapi setelah peristiwa itu,,saya atau roh saya dapat merasakan sendirii betapa sangat terlukanya Yesus akan dosa-dosa saya.
Pengalaman lain yang mengherankan adalah ketika pagi berdoa Yesus, setelah malamnya itu, ternyata efek semalem masih terasa keesokan harinya. Waktu saya menginjakkan kapel di tempat adorasi semalam, saya merasa bahwa ada suatu kekuatan entah itu dari depan altar atau dari tempat lain di dalam kapel bahwa ada suatu kekuatan di mana kaki saya merasa tidak kuat untuk berdiri, ingin rasanya tersungkur. Seakan- akan ada yang memberi tahu bahwa saya tidak pantas dan terlalu kecil untuk berada di kapel tersebut. Sampai saya berpikir dari dalam hati “ Ya Tuhan jika memang saya tidak pantas untuk berada di kapel ini saya mau pergi ke luar kapel”. Saya masih merasa takut, gemetar dan gentar juga sewaktu ada ibadah Tujuh Sabda Yesus, saya duduk menemani teman saya duduk di barisan ke-dua dari depan dekat sekali dengan altar. Sewaktu beberapa saat duduk bersila, saya merasa bahwa kepala saya berat sekali, leher saya kaku, menunduk terus ke bawah, tidak berani memandang altar, dan rasa gentar yang tidak biasanya. Entah itu apa saya merasa mungkin ada sosok atau malaikat di sekitar altar. Saya hanya bisa menduga-duga dalam hati. Ternyata itu adalah sosok Yesus sendiri yang hadir di dalam altar. Saya memang tidak bisa melihatnya, tapi ternyata saya bisa merasakannya. Dan itu baru saya yakini ketika beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja saya mendengar kesaksian tentang hal yang sama, ada seorang ibu-ibu yang datang ke gereja Ijen di Malang dengan temannya pada suatu kesempatan. Dan ibu itu merasa lehernya kaku dan kepalanya beraat sekali, sama seperti yang saya rasakan, dan temannya itu bisa melihat bahwa Yesus ada di dekat mereka, kata teman ibu itu, ibu itu harus bilang bahwa dia sangat berdosa dan harus menyadari segala dosanya.
Setelah
melewati beberapa sesi, ada saat saya bisa sharing dengan beberapa
peserta lain. Ketika saya menceritakan ke salah satu peserta retreat,
teman saya langsung bilang “ Oh itu Roh Kudus, Selain karunia
bahasa Roh ada juga karunia menangis dan beberapa karunia dari Roh
Kudus lainnya” Dan pada saat sesi konsultasi dengan Romo, Romo
berkata bahwa pengalaman tiap orang dengan Tuhan berbeda-beda, Itu
adalah Roh Kudus, pada saat Ia hadir badan saya gemetar karena
bentrok dengan Roh Kudus yang Maha Suci, sedangkan badan saya penuh
dengan dosa. Intinya saya sangat bersyukur, takjub akan segala
KeMahaKuasaan dan kerahiman Allah Bapa, karena sebelumnya saya tidak
menyangka bahwa saya akan dijamah Allah di adorasi tersebut, dan
selama mengikuti retreat, hati saya tenang dan pasrah. Segala Puji
Syukur bagi Yesus yang telah berkenan menyapa saya, meyakinkan saya
bahwa Ia sungguh hadir dalam hidup saya. Walaupun saya telah berdosa
besar saya masih dicintai oleh Yesus dan Yesus berkenan menjamah
saya untuk bertobat. Saya telah diperingatkan untuk tidak berbuat
dosa lagi. Saya sangat bersyukur yang tak terperi bisa merasakan
kasih karunia Allah dalam hidup saya lewat PutraNya Yesus Kristus.
Saya saat ini berusaha menjadi manusia baru karena saya telah
ditahirkan kembali di dalam Tuhan Yesus Kristus Sang Penolong,
Penyelamat dan saya berusaha untuk selalu menyenangkan hatiNya,
mengasihinya, mentaati segala perintahNya. Karena saya tidak ingin
menyakiti Hati Kudus Yesus untuk kedua kalinya. Saat ini saya merasa seperti orang yang sedang jatuh cinta. Saya jatuh cinta sama Tuhan saya sendiri. Saya jatuh cinta sama Yesus. Saya berjanji untuk selalu setia dan berusaha mencintai Yesus dengan seluruh hati, roh, dan jiwa serta apapun yang ada dalam diri saya. Amien
Maria Theresia Rooserina
Kusumaningdyah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar